Leukemia Bukanlah Vonis Mati

Kanker kini bukan lagi penyakit yang mengerikan. Bahkan, penyakit kanker darah atau leukimia yang dulu menjadi vonis mati kini sudah dapat diobati sehingga kualitas hidup dan harapan hidup pasien kian besar. Harapan untuk bertahan hidup itu menjadi semangat para penderita kanker dalam menjalani hidupnya.
Natalia Romin (38), misalnya, penderita chronic myeloid leukemia (CML) ini telah menjalani pengobatan sejak tahun 2007. CML merupakan penyakit kanker pada darah yang diakibatkan ketidaknormalan gen kromosom. Ibu empat anak ini didiagnosis terkena CML pada tahun 2006.

“Sepanjang tahun 2007 saya bolak-balik masuk rumah sakit. Fisik dan mental drop, apalagi bila mengingat anak-anak saya,” paparnya. Ketika penyakitnya bertambah buruk, ia mengalami pembesaran limpa.
“Perut saya membesar seperti orang hamil, pada saat itu saya semakin frustasi dan kehilangan harapan,” ujarnya.

Beruntung pada akhir tahun 2007 ia mendapat informasi mengenai obat untuk penyakit CML yang dideritanya, yakni imatinib. Sejak mengonsumsi obat tersebut, berangsur-angsur kondisinya mulai pulih.
“Tak ada yang lebih saya syukuri lagi karena sekarang saya bisa beraktivitas normal dan merawat anak-anak, meski dalam tubuh saya ada kanker,” ujarnya.
Perjuangan melawan kanker juga dilakukan oleh Antonius Harjono (41). Pria asal Surabaya ini mengaku sangat takut saat dokter memvonis dirinya terkena CML.

“Pada saat itu dokter tidak memberi penjelasan tentang penyakit ini, hanya disebutkan ini jenis leukemia dan ini membuat saya tambah stres,” kata pria yang bobotnya sempat susut drastis ini.
“Sebelumnya saya termasuk orang yang sangat sehat, bahkan sakit flu pun jarang. Jadi saya sangat kaget dinyatakan kena penyakit CML. Apalagi kalau mengingat anak-anak dan keluarga, saya tambah sedih,” kata Harjono lirih.

Berkat dukungan keluarga dan teman-temannya, terutama sesama penderita kanker, Harjono mampu bangkit. Tekadnya untuk sembuh semakin kuat setelah melalui masa-masa pengobatan. “Kini setiap hari saya harus minum obat. Motivasinya adalah ingin sembuh dan melawan kanker,” katanya.
Menurut dr Made Putra Sedana, Sp PD, KHOM, konsultan penyakit darah dan kanker dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, CML terjadi pada 15-20 persen pasien leukemia dewasa. “Sebanyak 80 persen penyakit ini ditemukan pada fase kronik,” katanya.

Gejala klinis CML antara lain merasa sering lelah, berat badan turun drastis, rasa penuh pada perut, dan pembesaran limpa. Namun, 50 persen penyakit CML tidak bergejala. Tanda lain yang menguatkan diagnosis adalah hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan sel darah putih (leukosit) dan trombosit.
Imatinib merupakan satu-satunya terapi yang disetujui untuk digunakan pasien yang baru didiagnosis menderita CML dan berada dalam fase kronis. Ini merupakan terapi yang direkomendasikan oleh berbagai lembaga kedokteran internasional.

sumber: kompas

PENYAKIT GINJAL

Penyakit ginjal memang tidak menular, tetapi menimbulkan kematian dan dibutuhkan biaya mahal untuk pengobatan yang terus berlangsung seumur hidup pasien. Karenanya peningkatan kesadaran dan deteksi dini akan mencegah komplikasi penyakit ini menjadi kronis.

Menurut Prof.Dr.dr.Endang Susalit, SpPD-KGH, dari Divisi Ginjal Hipertensi FKUI, penyakit ginjal disebut kronik jika kerusakannya sudah terjadi selama lebih dari tiga bulan dan lewat pemeriksaan terbukti adanya kelainan struktur atau fungsi ginjal.

Pada penyakit ginjal kronik terjadi penurunan fungsi ginjal secara perlahan sehingga terjadi gagal ginjal yang merupakan stadium terberat penyakit ginjal kronik. Jika sudah sampai stadium ini, pasien memerlukan terapi pengganti ginjal berupa cuci darah (hemodialisis) atau cangkok ginjal yang biayanya mahal.
Berat ginjal yang kita miliki memang hanya 150 gram atau sekitar separuh genggaman tangan kita. Tetapi fungsi ginjal sangat strategis dan mempengaruhi semua bagian tubuh. Selain mengatur keseimbangan cairan tubuh, eletrolit, dan asam basa, ginjal juga akan membuang sisa metabolisme yang akan meracuni tubuh, mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan tulang.

Kenali tandanya
Penyakit ginjal sering tanpa keluhan sama sekali, tidak jarang seseorang kehilangan 90 persen fungsi ginjalnya sebelum mulai merasakan keluhan. Pasien sebaiknya waspada jika mengalami gejala-gejala seperti: tekanan darah tinggi, perubahan jumlah kencing, ada darah dalam air kencing, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki, rasa lemah serta sulit tidur, sakit kepala, sesak, dan merasa mual dan muntah.

Setiap orang dapat terkena penyakit ginjal, namun mereka yang disarankan melakukan pemeriksaan dini adalah orang yang memilik faktor risiko tinggi, yakni mereka yang memiliki riwayat darah tinggi di keluarga, diabetes, penyakit jantung, serta ada anggota keluarga yang dinyatakan dokter sakit ginjal.

Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi ginjal kita. Yang paling umum adalah pemeriksaan urin. Adanya protein atau darah dalam kencing menunjukkan kelainan dari ginjal.
Selain itu, kita juga bisa melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kreatinin dan urea dalam darah. Jika ginjal tidak bekerja, kadar kedua zat itu akan meningkat dalam darah. Pemeriksaan lanjutan untuk mengenali kelainan berupa pemeriksaan radiologis dan biopsi ginjal. Biasanya pemeriksaan ini atas indikasi tertentu dan sesuai saran dokter.

Gaya hidup sehat
Gangguan ginjal bisa dicegah dengan berbagai cara, terutama dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berhenti merokok, memperhatikan kadar kolesterol, kendalikan berat badan, menghindari kekurangan cairan dengan cukup minum air putih tidak lebih dari 2 liter setiap hari. “Minum air secara berlebihan justru akan merusak ginjal,” kata Dr.David Manuputty, SpBU dari RSCM Jakarta.

Selain gaya hidup sehat, lakukan pemeriksaan kesehatan tahunan pada dokter, mintalah pula agar urin Anda diperiksa untuk melihat adanya darah atau protein dalam urin. Yang tak kalah penting, berhati-hatilah dalam menggunakan obat anti nyeri khususnya jenis obat anti inflamasi non steroid.
sumber: dechacare

Nyeri pada Payudara

Rasa sakit pada payudara, dapat disebabkan oleh perubahan hormon bulanan normal dalam. nyeri ini biasanya terjadi di kedua payudara. Perasaan berat atau nyeri yang meluas ke ketiak dan lengan. Nyeri biasanya paling parah sebelum periode menstruasi dan menghilang ketika periode berakhir. nyeri pada payudara siklik lebih sering terjadi pada wanita muda. Kebanyakan nyeri siklik menghilang tanpa pengobatan dan biasanya hilang saat menopause.

nonsiklik nyeri paling sering terjadi pada wanita berusia 30-50 tahun. hanya terjadi pada satu payudara. Merasa tajam, nyeri terbakar yang terjadi di satu daerah payudara. Kadang-kadang, sakit nonsiklik mungkin disebabkan oleh fibroadenoma atau kista. Jika penyebab sakit nonsiklik dapat diidentifikasi, Mengobati penyebabnya mungkin dapat menghilangkan rasa sakit.

Nyeri payudara bisa menjadi lebih buruk dengan perubahan kadar hormon atau perubahan obat yang kita pakai. Stres juga dapat mempengaruhi nyeri payudara. Anda lebih cenderung memiliki rasa sakit payudara sebelum menopause daripada setelah menopause.

Apakah nyeri payudara berarti kanker payudara?

Nyeri di payudara sakit bukan gejala umum kanker payudara. Namun, kadang-kadang terdapat benjolan yang disebabkan oleh kanker payudara.

Apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit payudara...:

Dengan menggunakan obat-obatan nonprescription seperti:
* Acetaminophen, seperti Tylenol atau Panadol.
* Non obat anti-inflamasi-steroid (NSAID), seperti ibuprofen (Advil atau Motrin), naproxen (Aleve atau naprosyn), atau aspirin (anacin, Bayer).
Jika Anda sedang hamil atau mencoba untuk hamil, mintalah saran dokter Anda sebelum menggunakan obat apapun. Jangan minum aspirin jika Anda lebih muda dari 20 karena resiko Sindrom Reye.

Danazol, bromocriptine, dan sitrat tamoxifen adalah obat yang dipakai untuk pengobatan nyeri payudara siklus parah. Obat ini jarang digunakan karena mereka memiliki efek samping.

* Menggunakan pil KB, ini dapat membantu mengurangi nyeri payudara siklik dan payudara bengkak sebelum periode. Tapi rasa sakit payudara juga dikenal sebagai efek samping dari pil KB. tetapi jangan terlalu sering menggunakan pil KB, karena dapat menyebabkan kanker payudara.
* Magnesium suplemen diambil di paruh kedua siklus haid, mengurangi nyeri payudara siklik dan gejala pramenstruasi lainnya.
*
Mengurangi lemak makanan hingga 15% atau kurang dari asupan makanan Anda cenderung akan mengurangi rasa sakit payudara dari waktu ke waktu.

Bagaimana menghindari rasa sakit payudara?
Dengan menggunakan bra olahraga akan sangat banyak membantu Anda.

Semoga Bermanfaat.

Link ke posting ini

Vitamin D Mengatasi Kanker Payudara

Resiko kanker payudara, berkaitan erat dengan paparan sinar matahari. Demikian yang terungkap dalam sebuah penelitian baru-baru ini, yang menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi vitamin D melalui asupan makanan dan paparan sinar matahari berkaitan dengan penurunan risiko kanker payudara. Paparan sinar matahari ternyata bukan hanya untuk mencegah gejala kanker payudara saja, tetapi pasien yang menjalani perawatan kanker payudara ternyata juga memerlukan vitamin D, yang salah satunya bisa didapat dari paparan sinar matahari. Baca Disini Selengkapnya



Seperti dilaporkan American Journal of Epidemiology, pemberian vitamin D dapat menekan terjadinya hormon reseptor kanker, yakni reseptor estrogen (ER) dan reseptor progesteron (PR).

Hormon reseptor dapat analog ke telinga dalam sel payudara yang akan mendengarkan sinyal dari hormon. Ketika sinyal memerintahkan tumbuh, sel kanker akan mengembangkan sel-sel payudara yang mengandung reseptor.

Kanker akan disebut ER-positive (ER +) apabila alasan kenaikan adalah hasil dari reseptor untuk hormon estrogen. Sementara itu, jika alasan untuk meningkat adalah adanya reseptor untuk hormon progresteron, disebut PR-positif (PR +).

Penelitian menghubungkan asupan vitamin D dengan kehadiran hormon reseptor itu dilakukan oleh Blackmore KM dan rekannya dari Mount Sinai Hospital di Ontario, Kanada.

Penelitian dilakukan dengan membandingkan 758 pasien kanker payudara dan 1.135 partisipan kontrol yang tidak memiliki penyakit. Para peneliti menemukan bahwa partisipan yang asupan vitamin D mengalami 26 persen penurunan risiko tinggi kanker payudara, ER dan PR, dan 21 persen penurunan risiko tumor ER atau PR.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa vitamin D berkaitan dengan pengurangan risiko kanker payudara tanpa memandang apakah status tumor ER atau PR.

Vitamin D ditemukan dalam makanan seperti minyak ikan, makanan yang diperkaya, seperti jus, sereal, dan susu, dan diperoleh dengan cara lain, seperti paparan sinar matahari.

Mengobati berbagai jenis kanker dengan menggunakan berbagai bahan obat alami yang mudah Anda dapatkan, baca info tentang obat herbal untuk menyembuhkan kanker.
Sumber: Kompas.com

Gejala Kanker Payudara

Gejala Kanker Payudara
mempunyai beberapa gejala yang dapat Anda ketahui dengan memperhatikan beberapa hal dibawah ini:

- Berat badan:
adalah tanda pertama dari gejala kanker payudara dan kanker lainnya, terutama kanker pankreas, perut, kerongkongan, atau paru. Berat badan akan turun drastis karena alasan tidak jelas, kehilangan nafsu makan, atau mudah lelah.

- Demam atau keringat malam

- Perubahan kulit:
kanker tertentu dapat menghasilkan kulit terlihat tanda-tanda seperti hiperpigmentasi, ikterus, eritema, gatal, atau pertumbuhan rambut yang berlebihan.

- Luka yang tak pernah sembuh dalam mulut.

- Sulit menelan.
sakit konstan dalam mulut bisa menjadi kanker mulut dan harus ditangani dengan segera, terutama pada pasien yang merokok, mengunyah tembakau, atau alkohol sering minum.
Kesulitan menelan (disfagia) dapat menunjukkan kanker kerongkongan, perut, atau tenggorokan.

- Pembengkakan, pembengkakan yang abnormal di leher, bawah lengan, atau di bagian manapun dari tubuh.

- Pembengkakan pada payudara, cairan abnormal yang keluar dari puting susu, benjolan pada payudara atau testis.


- Batuk-batuk cukup lama bahkan dengan darah.

Suara serak / batuk: Batuk terus-menerus dapat menjadi tanda kanker paru-paru. Husky dapat menunjukkan kanker laring.

- Perut kembung atau pendarahan di anus.

- Perdarahan yang berlebihan selama haid normal.

- Keluar cairan abnormal melalui vagina atau pendarahan setelah berhubungan seks.


- Urin atau kotoran dengan darah. (LUC):
Perubahan kebiasaan buang air besar / kandung kemih sering sembelit kronis atau diare mungkin merupakan tanda dari kanker usus besar.

Most complete source please visit http://breast-cancersymptoms.com/

Semoga Bermanfaat.

Daftar Blog


Silahkan Menjadi Follower Dan Dapatkan Info Yang Bermanfaat