Jangan Abaikan Keluhan Ingin Mati

JAKARTA, KOMPAS.com - Bunuh diri tidak pernah dilakukan secara spontan. Berdasarkan penelitian di berbagai negara, tidak ada tindakan bunuh diri yang langsung dilaksanakan pada pikiran pertama. Artinya, seseorang akan menimbang-nimbang terlebih dahulu sebelum benar-benar melaksanakan niatnya untuk bunuh diri.

”Proses menimbang-nimbang inilah yang sebetulnya bisa dikenali sebagai gejala. Hanya saja, sering kali gejala itu diabaikan oleh orang-orang di sekitarnya,” ujar dr Hervita Diatri, pengajar di Divisi Psikiatri Komunitas dan Trauma Psikososial, Departemen Psikiatri Universitas Indonesia. Hervita menambahkan, pelaku bunuh diri biasanya mengirim sinyal kepada orang-orang terdekatnya.

Psikolog analis dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Dharmayati Utoyo Lubis, menambahkan, sinyal itu bisa diungkapkan secara verbal, tetapi juga bisa dilihat dari perubahan perilaku. ”Umumnya, ada perubahan perilaku. Dia jadi pendiam dan menutup diri,” kata psikolog yang akrab dipanggil dengan nama Yati tersebut. Selain perubahan perilaku, depresi berat yang ditandai dengan menangis terus-menerus juga bisa berakhir dengan bunuh diri.

Meski umumnya orang yang putus asa hingga berniat bunuh diri cenderung diam, ada pula mereka yang secara langsung mengemukakan keinginan tersebut. ”Omongan-omongan, seperti ’Gua ingin mati aja deh’, jangan hanya dianggap bercanda. Hal seperti itu jangan dianggap sepele,” ujar Yati.

Ceria

Para pelaku bunuh diri, kata Yati, tidak melulu orang-orang yang dari luar kelihatan pendiam saja. Mereka yang sehari-hari terlihat ceria pun bisa melakukan bunuh diri. ”Orang yang kelihatan selalu ceria belum tentu bisa terbuka terhadap orang lain bila sedang memiliki masalah. Ia justru menutupi masalah dengan keceriaannya tadi,” kata Yati. Untuk mengenali gejala orang yang akan bunuh diri, diperlukan kepekaan dari keluarga dan orang-orang dekat.

Cara terbaik untuk mencegah keinginan bunuh diri adalah dengan mengajak berkomunikasi. Menurut Yati, bila ada sinyal-sinyal seseorang ingin mengakhiri hidupnya, sebaiknya kita segera mengajak bicara dari hati ke hati dan membawa orang tersebut keluar dari masalah dengan terus memotivasinya. ”Dalam dunia psikologi, kami percaya kalau isi hati sudah dikeluarkan sedikitnya bisa mengurangi masalah,” kata Yati.

Bantuan yang ditawarkan ini harus dilakukan dengan tulus. Pasalnya, orang yang tengah mengalami depresi biasanya sensitif perasaannya. ”Jadi, dia tahu apakah kita menawarkan bantuan dengan tulus atau tidak,” ujar Yati, yang juga mengingatkan agar membawa seseorang yang depresi kepada psikiater jika keluarga tidak bisa menanganinya.

Ciri-ciri umum orang yang memiliki niat bunuh diri:

1. Mengalami perubahan perilaku secara drastis, biasanya menjadi pendiam

2. Menutup diri dari lingkungan sekitar

3. Menangis terus-menerus karena depresi berat

4. Mengeluarkan kata-kata yang menyiratkan ingin mati

Tindakan yang sebaiknya dilakukan anggota keluarga/orang dekat:

1. Bertanya kepada anggota keluarga yang terlihat mengalami perubahan perilaku

2. Membantu dengan tulus untuk keluar dari masalah

3. Mendengarkan keluh kesah mereka

4. Membawa kepada psikiater jika terjadi depresi

(IND/IYA)



Editor: acandra

Sumber : Kompas Cetak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog


Silahkan Menjadi Follower Dan Dapatkan Info Yang Bermanfaat